Skip to main content

Affan Kelinci Siap Harumkan Nama Depok di Championship Pencak Silat Bogor 2026

Di usianya yang baru menginjak sembilan tahun, Affan akan berlaga pada Championship Pencak Silat yang akan digelar di GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada 18–20 September 2026

Mediateduh.com,DEPOK – Atlet pencak silat cilik asal Kota Depok, Affan Aisyah Qori atau yang akrab disapa Affan Kelinci, kembali bersiap mengukir prestasi di kancah nasional. Di usianya yang baru menginjak sembilan tahun, Affan akan berlaga pada Championship Pencak Silat yang akan digelar di GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada 18–20 September 2026.

Affan akan memperkuat kontingen Seni Bela Diri Silat (SBDS) Tiga Serangkai Cabang Depok pada kategori tanding usia dini under 26 kilogram. Keikutsertaannya diharapkan mampu menambah deretan prestasi sekaligus mengharumkan nama Kota Depok di ajang bergengsi tersebut.

Putra ketiga pasangan Heriyanto dan Kosidah (Ibu Ida) itu dikenal sebagai atlet muda yang memiliki semangat juang tinggi serta disiplin dalam menjalani latihan sejak usia dini. Berkat kerja keras dan konsistensinya, Affan telah mengoleksi 13 medali emas dan 2 medali perunggu dari berbagai kejuaraan pencak silat yang pernah diikutinya.

"Alhamdulillah, sampai saat ini Affan sudah mengoleksi 13 medali emas dan dua medali perunggu dari berbagai kejuaraan yang diikutinya. Kami berharap prestasi ini terus bertambah dan menjadi motivasi bagi Affan untuk terus berkembang," ujar Heriyanto saat ditemui Star7TV, Kamis (30/7/2026).

Heriyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Perguruan SBDS Tiga Serangkai, Ketua Madas Nusantara, serta Ketua DPK Sukmajaya, mengatakan pencak silat bukan hanya mengajarkan kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengendalian diri.

Ia berharap putranya tetap istiqamah menekuni pencak silat sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa, sekaligus menjauhi pengaruh pergaulan negatif.

"Saya berharap Affan tetap istiqamah belajar pencak silat, ikut melestarikan budaya bangsa, tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif, dan suatu saat mampu menjadi atlet nasional yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional," tuturnya.

Menurut Heriyanto, keberhasilan Affan tidak terlepas dari peran pelatih Raden Erin Sanjaya yang selama ini dengan penuh kesabaran membimbing serta mengasah kemampuan teknik, taktik, dan mental bertanding sang atlet muda.

Meski masih dalam masa pertumbuhan, Affan dinilai memiliki keunggulan dalam membaca situasi pertandingan, menerapkan teknik dengan tepat, menyusun strategi, serta menjaga kontrol emosi saat berada di arena. Kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk bersaing dengan atlet-atlet seusianya.

Heriyanto juga mengajak seluruh pesilat muda agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

"Keahlian bela diri harus digunakan untuk melindungi diri, membantu sesama, dan menjaga kehormatan, bukan untuk bersikap arogan atau menyakiti orang lain. Pesilat sejati adalah mereka yang mampu mengendalikan emosi dan menghormati sesama," tegasnya.

Kisah Affan Kelinci menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus membentuk karakter yang kuat. Dengan bekal pengalaman serta koleksi prestasi yang telah diraih, Affan kini menatap Championship Pencak Silat Bogor 2026 dengan tekad memberikan hasil terbaik bagi keluarga, perguruan, dan membawa nama harum Kota Depok.

(Kontributor: Riski)