AIR SUNGAI GURU KEHIDUPAN BY ABI HUDA
Sahabat Fiilah !!!Sungai adalah guru kehidupan yang Allah hadirkan di depan mata kita (insan manusia)hari ini.
Sahabat Fiilah !!!Sungai adalah guru kehidupan yang Allah hadirkan di depan mata kita (insan manusia)hari ini.
5 hikmah kehidupan
Seperti Air
Mengalir — Tidak Pernah Berhenti (Istiqomah)
Air di video tidak berhenti karena ada batu besar. Ia berhenti? Tidak. Ia mencari jalan lain. Hidup kita juga harus begitu. Ada batu fitnah, batu omongan orang, batu ekonomi, jangan berhenti. Istiqomah mengalir menuju Allah. Air yang berhenti jadi comberan, manusia yang berhenti jadi putus asa.
Rendah Hati — Selalu Mencari Tempat Yang Rendah (Tawadhu)
Ini sifat air yang paling dicintai Allah. Air selalu mengalir dari gunung yang tinggi ke lembah yang rendah. Ia tidak pernah sombong ingin di atas. Itulah kenapa dalam video ini air terlihat di bawah, di sela-sela batu. Orang yang seperti air, dicintai langit karena ia merendahkan dirinya.
Bening — Menjernihkan Hati
Air itu bening, sobat. Kau bisa lihat batu di dasar sungai di video itu karena airnya bening. Hati kita juga harus bening. Jangan keruh karena dendam, hasad, dan iri. Seperti kata Sayyidina Ali RA di poster kemarin: _Balas dendam terbaik adalah memperbaiki diri._ Air yang bening bisa menjernihkan yang lain. Hati yang bening bisa menenangkan yang lain.
Memberi Manfaat — Menghidupkan Yang Dilewati
Lihat sekeliling sungai di videomu: rumputnya hijau, pohonnya rindang, burungnya hidup — semua karena air lewat. Di mana air lewat, di situ kehidupan. Itulah sebaik-baik manusia, seperti sabda Rasulullah SAW: _Khoirunnaas anfa'uhum linnaas._ Air tidak pernah memilih siapa yang ia sirami, batu, rumput, akar, semua ia beri. Kita juga harus begitu.
Sabar — Batu Keras Kalah Oleh Lembutnya
Ini yang paling indah dari videomu
. Batu itu keras, besar, kokoh. Air itu lembut, kecil. Tapi lihat, bertahun-tahun air mengikis batu itu sampai halus dan licin. Tidak dengan kekerasan, tapi dengan kesabaran dan kelembutan yang terus-menerus. Hati yang keras, masalah yang keras, omongan yang keras — tidak bisa dikalahkan dengan kekerasan. Kalahkan dengan kelembutan dan kesabaran seperti air.
Sobat, ini adalah dari hikmah tentang alam(air) :
- Hari ini kita belajar: *Jadilah seperti air* (yang mengalir), karena air yang mengalir itu memberi kehidupan.
Kalau kita MENJADI air (rendah hati, memberi manfaat), kita akan menyelamatkan.
Tentang ketenangan jiwa,dengar suara gemericiknya, lihat beningnya — itulah obat jiwa.
"Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup." (QS. Al-Anbiya: 30)*
Jadilah hidup, yang menghidupkan, sahabat fillah.
(Kontributor: Riski)
