Bang Has Gelar Buka Puasa Bersama Relawan di Depok, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad, menggelar kegiatan buka puasa bersama relawan, tokoh masyarakat, dan kader partai di kediamannya di kawasan Kalimulya, Depok, Sabtu (7/3/2024)
Depok — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad, menggelar kegiatan buka puasa bersama relawan, tokoh masyarakat, dan kader partai di kediamannya di kawasan Kalimulya, Depok, Sabtu (7/3/2024). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat.
Politisi yang akrab disapa Bang Has tersebut menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat dalam momentum bulan suci Ramadan. Acara buka puasa bersama itu digelar selama tiga hari berturut-turut dengan mengundang relawan secara bergiliran.
Setiap harinya sekitar 100 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Para relawan yang diundang berasal dari berbagai wilayah di Kota Depok, mencakup 63 kelurahan di 11 kecamatan.
Bang Has menjelaskan, pembagian undangan secara bertahap dilakukan agar seluruh relawan memiliki kesempatan untuk hadir dan bertemu langsung.
“Ini bagian dari silaturahmi Ramadan. Kami mengundang relawan secara bergiliran agar semua bisa hadir. Mereka berasal dari 63 kelurahan di 11 kecamatan di Kota Depok,” ujar Hasbullah kepada awak media.
Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai program dan kebijakan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Has turut menjelaskan sejumlah program bantuan pemerintah yang kini menggunakan sistem data desil sebagai dasar penentuan penerima manfaat.
Ia mengimbau masyarakat agar aktif mengecek status data mereka di kelurahan masing-masing untuk memastikan posisi dalam kategori desil yang digunakan pemerintah.
“Saat ini hampir semua bantuan pemerintah menggunakan data desil. Karena itu masyarakat perlu mengecek datanya di kelurahan masing-masing agar mengetahui berada di desil berapa,” jelasnya.
Bang Has juga menyinggung program layanan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) yang sempat menjadi perhatian masyarakat di Kota Depok. Menurutnya, sebelumnya layanan tersebut dapat diakses lebih luas oleh warga ber-KTP Depok, bahkan hingga kategori desil 10.
Namun seiring keterbatasan anggaran daerah, cakupan penerima manfaat kini diprioritaskan bagi masyarakat dalam kategori desil 1 hingga 5.
“Dulu cakupannya bisa sampai desil 10, terutama bagi warga ber-KTP Depok. Itu karena pembiayaannya ditanggung bersama, yaitu 60 persen oleh Pemerintah Kota Depok dan 40 persen oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya bantuan dari provinsi untuk program kesehatan di Depok mencapai sekitar Rp40 miliar, sementara kontribusi dari pemerintah kota sekitar Rp60 miliar. Saat ini alokasi dari provinsi diperkirakan hanya sekitar Rp5 miliar sehingga jumlah penerima manfaat harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
Meski demikian, Bang Has tetap berharap kondisi ekonomi nasional segera membaik agar anggaran pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, dapat kembali diperluas.
“Saya meyakini Ramadan adalah momentum mempererat persaudaraan dan menebarkan kebaikan. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan serta menjadi semangat untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Kontributor: Riski)
