Skip to main content

Banjir Rendam Permukiman Warga Cilodong Jelang Idul Fitri, Tokoh Masyarakat Turut Terdampak

21 Maret 2026 — Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri berubah menjadi duka bagi warga Cilodong–Situ Bahar, RT 002 RW 022, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Banjir yang terjadi pada Sabtu sore (21/3) merendam puluhan rumah warga dan memicu keprihatinan luas

Mediateduh.com,Depok, 21 Maret 2026 — Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri berubah menjadi duka bagi warga Cilodong–Situ Bahar, RT 002 RW 022, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Banjir yang terjadi pada Sabtu sore (21/3) merendam puluhan rumah warga dan memicu keprihatinan luas.

Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah itu sejak siang hingga sore hari. Akibatnya, aliran Kali Cijantuk tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis hingga akhirnya meluap dan menggenangi permukiman warga di bantaran kali.

Air dengan cepat masuk ke dalam rumah-rumah warga, menyebabkan kerugian material serta mengganggu aktivitas masyarakat yang tengah bersiap menyambut Lebaran. Sejumlah warga bahkan terpaksa mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Salah satu yang turut terdampak adalah tokoh masyarakat sekaligus pembina Komunitas Peduli Lingkungan (Kopeling), Zarkasih Hasan. Kediamannya ikut terendam bersama rumah warga lainnya di sekitar lokasi kejadian.

“Air datang sangat cepat setelah hujan turun tanpa henti. Kali tidak mampu menahan debit air sehingga meluap ke permukiman,” ujar seorang warga di lokasi.

Banjir ini kembali menyoroti persoalan klasik yang kerap terjadi di kawasan tersebut, terutama saat intensitas hujan tinggi. Warga menilai kondisi aliran kali yang menyempit serta sistem drainase yang kurang optimal menjadi faktor utama penyebab banjir berulang.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari normalisasi Kali Cijantuk hingga perbaikan sistem drainase, guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang. Terlebih, kejadian ini terjadi di momen penting ketika masyarakat seharusnya menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita.

(Kontributor: Riski)