Depok Sambut HUT ke-80 RI dengan Aksi Bebersih Kawasan Heritage
Wali Kota Depok Supian Suri memimpin aksi gotong royong membersihkan dan mempercantik kawasan bersejarah dalam program Bebersih dan Menghias Kawasan Heritage Depok Lama, Jumat (15/5/2025)
Depok – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Wali Kota Depok Supian Suri memimpin aksi gotong royong membersihkan dan mempercantik kawasan bersejarah dalam program Bebersih dan Menghias Kawasan Heritage Depok Lama, Jumat (15/5/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini berpusat di dua titik bersejarah, yakni Jembatan Panus dan bangunan eks Rumah Sakit Harapan di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas. Turut serta dalam aksi ini jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan Yayasan Lembaga Cornelis Castelein (YLCC), dan warga sekitar.
“Dalam rangka HUT ke-80 RI, kami ingin Depok bersih sekaligus menghidupkan kembali semangat untuk tidak melupakan sejarah,” ujar Bang Supian, sapaan akrab Wali Kota Depok.
Supian Suri bahkan turun langsung mengecat ulang dinding Jembatan Panus yang sebelumnya penuh coretan vandalisme. Ia menyayangkan kerusakan tersebut, mengingat kawasan ini memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi menjadi destinasi wisata.
Usai dari Jembatan Panus, rombongan bergeser ke bangunan eks RS Harapan peninggalan Pemerintahan Belanda. Area yang semula dipenuhi rumput liar kini terlihat rapi, ditambah hiasan bendera merah putih yang semakin menghidupkan suasana jelang peringatan kemerdekaan.
Menurut Supian, kegiatan ini bukan sekadar membersihkan bangunan tua, tetapi juga bentuk penghormatan kepada sejarah. “Kami ingin sejarah tidak terlupakan. Alhamdulillah, YLCC selama ini juga aktif menjaga dan merawat perjalanan sejarah Kota Depok,” ucapnya.
Bang Supian menegaskan komitmennya menjadikan Jalan Pemuda dan kawasan Depok Lama sebagai area heritage. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Depok menggandeng berbagai pihak, termasuk Universitas Indonesia dan YLCC, serta menyiapkan tahapan perencanaan.
“Salah satu langkah nyatanya adalah kegiatan bersih-bersih ini, yang diharapkan menjadi pemicu kepedulian bersama terhadap peninggalan sejarah,” tandasnya.
