Skip to main content

Disdik Kabupaten Bogor Paparkan Capaian Kinerja 2026, Perkuat Integritas dan Perluas Akses Pendidikan

Kepala Dinas, Dr. RUSLIANDY, S.STP., M.Si., M.E.

Mediateduh.com,BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memaparkan sejumlah capaian kinerja dan program strategis sepanjang tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Rusliandy, S.STP., M.Si., M.E., berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, memperkuat integritas tata kelola, hingga meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Publikasi kinerja yang disampaikan pada Kamis (5/11/2026) tersebut menjadi gambaran pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Bogor, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga pendidikan kesetaraan.

Kelola Ribuan Lembaga Pendidikan dan Ratusan Ribu Peserta Didik

(Capaian hasil SPI Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026)

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tahun 2026, terdapat ribuan lembaga pendidikan dengan jumlah peserta didik dan tenaga pendidik yang cukup besar.

Pada jenjang PAUD tercatat sebanyak 3.236 lembaga dengan 116.634 peserta didik dan 9.678 tenaga pendidik. Sementara jenjang SD memiliki 1.856 sekolah dengan 559.775 peserta didik dan 19.645 tenaga pendidik.

Adapun jenjang SMP mencatat 780 lembaga dengan 237.960 peserta didik dan 9.705 tenaga pendidik. Sementara pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki 233 lembaga, dengan 68.371 peserta didik dan 1.316 tenaga pendidik.

Besarnya jumlah lembaga pendidikan tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan pemerataan akses, peningkatan mutu pembelajaran, serta kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

Nilai Integritas Pendidikan Meningkat, Lampaui Indeks Nasional

Salah satu capaian penting Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor pada 2026 adalah peningkatan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam survei tersebut, Disdik Kabupaten Bogor memperoleh nilai 75,46 dengan kategori "Adaptif". Angka ini meningkat 4 poin dibandingkan hasil tahun 2024 yang mencapai 71,46 dengan kategori "Integritas Korektif".

Tidak hanya mengalami peningkatan, nilai tersebut juga melampaui indeks nasional sebesar 73,30 atau lebih tinggi 2,16 poin.

Capaian ini menjadi indikator positif atas upaya penguatan integritas dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan. Meski demikian, peningkatan tersebut diharapkan terus diikuti dengan transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang konsisten dalam pelaksanaan seluruh program pendidikan.

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah Melalui Gerakan Kembali ke Sekolah

Dalam rangka menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menjalankan program penanganan secara terintegrasi melalui pendataan, verifikasi, penjaringan, hingga pendampingan langsung kepada anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan.

Langkah tersebut diawali dengan identifikasi dan verifikasi data melalui portal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dengan melibatkan satuan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, Disdik berkolaborasi dengan perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, hingga RT dan RW untuk melakukan penjaringan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door).

Upaya ini bertujuan mengetahui keberadaan anak yang tidak bersekolah sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor penyebabnya, baik persoalan ekonomi, kondisi keluarga, maupun kendala lainnya.

Selain itu, dilakukan kunjungan langsung ke sekolah dan wilayah yang memiliki jumlah ATS relatif tinggi guna memastikan kondisi lapangan serta mencari solusi agar anak-anak dapat kembali memperoleh hak pendidikan.

Bagi anak yang terkendala mengikuti pendidikan formal, pemerintah juga mengembangkan program "Kembali ke Sekolah" melalui jalur pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang diselenggarakan PKBM di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan kondisi dan keadaan.

300 Guru PAUD Mendapatkan Kesempatan Beasiswa S1

Perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik juga diwujudkan melalui Program Beasiswa Pendidikan Strata 1 (S1) bagi 300 Guru PAUD pada tahun 2026.

Program Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA).

Beasiswa ini bertujuan meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi, dan profesionalisme guru PAUD agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi anak usia dini.

Melalui peningkatan jenjang pendidikan tersebut, para guru diharapkan dapat mengembangkan kemampuan pembelajaran serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam proses pendidikan sehari-hari.

7.200 Guru PAUD Terima Insentif Rp2,4 Juta per Tahun

(Kepala Dinas Pendidikan (Tengah) memimpin rapat koordinasi program pengentasan ATS Tingkat kecamatan)

Selain peningkatan kompetensi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik PAUD melalui program pemberian insentif.

Pada tahun 2026, sebanyak 7.200 Guru PAUD di Kabupaten Bogor tercatat sebagai penerima insentif sebesar Rp2.400.000 per orang per tahun.

Penyaluran dilakukan dua kali dalam setahun, masing-masing sebesar Rp1.200.000 melalui rekening penerima.

Program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis guru PAUD sebagai garda terdepan dalam memberikan pendidikan dan membentuk fondasi perkembangan anak sejak usia dini.

Diharapkan bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan profesionalisme.

8.015 Murid SMP Swasta Mendapatkan Beasiswa

(Pengarahan Pertama Masa Orientasi Bagi Mahasiswa Beasiswa SI Paud Kab Bogor)

Dalam upaya memperluas pemerataan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menghadirkan program beasiswa bagi peserta didik SMP swasta.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, program tersebut menyasar sebanyak 8.015 peserta didik yang tersebar di 256 SMP swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Program ini diprioritaskan bagi peserta didik dari keluarga yang masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 5.

Bentuk dukungan diberikan melalui pembebasan biaya operasional layanan pendidikan bagi peserta didik penerima beasiswa selama menempuh pendidikan di sekolah yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua, menekan angka putus sekolah, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menyelesaikan pendidikan.

Peserta Didik Kabupaten Bogor Torehkan Prestasi Nasional hingga Internasional

Jajaran Bidang Pembinaan Paud Dikmas Disdik Kab Bogor, berfoto bersama para calon penerima program Insentif Guru Paud Tahun 2026)

Tidak hanya berfokus pada pemerataan pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga mencatat berbagai prestasi peserta didik sepanjang tahun 2026.

Sejumlah sekolah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Bogor melalui berbagai kompetisi di bidang akademik, olahraga, seni, lingkungan hidup, dan keterampilan.

Di tingkat nasional, prestasi diraih melalui Sekolah Adiwiyata Mandiri, Jambore Nasional 2026, Jambore Nasional XII, serta kompetisi Indonesia Youth Science Medical Olympiad (IYSMO) bidang Bahasa Inggris.

Sementara di bidang olahraga, peserta didik Kabupaten Bogor juga berhasil meraih prestasi dalam ajang 4th International Indonesia Open Pencak Silat Championship 2026, International Karate Open 2026, dan Dispora Open Karate Championship 2026.

Prestasi lainnya diraih melalui cabang seni dan olahraga, seperti pantomim, kriya, gambar bercerita, renang putra, dan bulu tangkis putri pada tingkat provinsi maupun nasional.

Sejumlah sekolah yang tercatat dalam daftar peraih prestasi tersebut antara lain SMP Negeri 3 Gunungsindur, SMP Negeri 1 Tenjolaya, SMP Negeri 3 Citeureup, SMP Negeri 2 Bojonggede, SMP Negeri 1 Nanggung, SMP Giri Taruna, SMP Negeri 2 Cibungbulang, SDN Citra Indah Sukamaju, SDN Sukajaya 02, SDN Cimande 01, SD Islam Al-Hadiid, dan SDN Waru 03.

Berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi peserta didik Kabupaten Bogor terus berkembang dan mampu bersaing dalam berbagai bidang kompetisi.

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

(Kepala Dinas Pendidikan (Kiri) didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP (Kanan) sedang berfoto bersama siswa penerima program beasiswa)

Melalui berbagai program dan capaian tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terus mendorong terwujudnya pelayanan pendidikan yang merata, berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Peningkatan integritas, penanganan anak tidak sekolah, beasiswa bagi guru dan peserta didik, pemberian insentif, serta pengembangan prestasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Ke depan, tantangan yang harus dijawab bukan hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, serta menghasilkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan demikian, capaian kinerja tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai laporan administratif, melainkan menjadi pijakan untuk menghadirkan pendidikan Kabupaten Bogor yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.

(Kontributor: Riski)