Majelis Taklim Al-Quraniyyah, Berdiri Berkat Keikhlasan: Kisah Perjuangan H. Agus Maulana Daud Membangun dari Nol
H. Agus Maulana Daud, merupakan pensiunan pegawai farmasi tahun 1995, sebagai sosok di balik berdirinya majelis taklim.
Depok - Perkembangan zaman tidak mengikis semangat syiar dakwah Islam. Keberadaannya yang terpencil menjadi saksi bagian sejarah majelis taklim yang masih kokoh berdiri di wilayah RT 03 RW 10, Kampung Sidakmukti, Kelurahan Sukamaju, Kota Depok.
Namanya Majelis Taklim Al-Quraniyyah, yang dirintis sejak awal tahun 2000-an oleh H. Agus Maulana Daud, seorang tokoh masyarakat yang mengabdi sepenuh hati demi syiar Islam di lingkungannya.
H. Agus Maulana Daud, merupakan pensiunan pegawai farmasi tahun 1995, sebagai sosok di balik berdirinya majelis taklim.
Sejarah panjang berdirinya majelis taklim terungkap ketika beliau tidak bekerja lagi di perusahaan tempatnya mencari nafkah.
Saat itu, H. Agus memiliki sebidang tanah seluas 60 meter persegi yang kemudian diniatkan untuk membangun tempat mengaji.
Mewujudkan amanah dan dorongan kuat dari kedua orangtuanya. H. Agus berkeinginan punya majelis taklim, sehingga menyampaikan niatnya tersebut ke gurunya, almarhum KH Amin Affandi, pendiri Yayasan Baitul Hikmah.(Selasa 17/6/2025)
‘Kyai, saya punya tanah sedikit, ingin bangun tempat ngaji,’” tutur H. Agus mengenang sejarah awal mulanya berdirinya majelis kepada awak media.
Berbekal niat tulus dan dukungan para guru serta masyarakat sekitar, ia pun mulai merintis pembangunan.
Pembangunan dimulai secara bertahap sejak tahun 2000. Meski tidak langsung rampung, aktivitas mengajar sudah dilakukan bahkan sejak tahun 1996 di rumah pribadi beliau.
“Alhamdulillah murid saya saat itu berjumlah 225 orang. Mengajarkan ngaji sendirian belum ada yang membantu. Pengajian di mulai dari pagi, siang, dan malam,” ujar H. Agus.
Majelis yang berlokasi di lingkungan RW 10, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Meskipun berada di tengah kawasan yang kini mulai dipadati pemukiman warga, majelis ini tetap menjadi pusat kegiatan belajar agama masyarakat sekitar.
Majelis Taklim Al-Quraniyyah bukan hanya tempat belajar membaca Al-Qur’an, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya generasi muda Islam yang kuat secara ilmu dan akhlak.
Banyak murid H. Agus yang kini sudah menikah dan menyebar menjadi pengajar mandiri mensyiarkan agama Islam di lingkungannya masing-masing.
Alhamdulillah antusias jamaah dan donatur sangat luar biasa dalam proses pembangunan majelis hingga dapat dioperasionalkan.
“Saya tidak mengeluarkan uang untuk membangun majelis. Para guru, teman-teman, bahkan warga sekitar dengan antusias membantu menyediakan material, ada yang memberikan berupa keramik, semen, pasir,” jelasnya.
Bahkan ada warga yang merupakan pegawai BNI 46 yang ikut menyumbangkan keramik seluas 50 meter, lanjutnya penuh haru.
Kini, aktivitas majelis masih berjalan, walau tidak seintensif dulu. Kegiatan pengajian rutin pada Minggu kedua setiap bulannya dan pengajian remaja setiap Sabtu dan Minggu, dimulai ba'da Maghrib sampai Isya.

H. Agus Maulana Daud mulai menyerahkan pengelolaan kepada murid-murid yang ia percayai.
“Kegiatan semakin banyak, jadi saya serahkan ke mereka. Banyak yang sudah mampu mandiri, bahkan punya murid sendiri,” tuturnya bangga.
Semoga majelis taklim menjadi ladang amal ibadah yang mendapatkan ridho dan pahala dari Allah SWT, Aamin YRA
kontributor : Riski
