Skip to main content

Pesan Mendalam Abi Huda: Hormati Orang Tua, Raih Ridha Allah

Disampaikan pada Minggu (19/4/2026) di Pesantren Yatama Az Zikra, kawasan Mampang Indah II, Depok.

Mediateduh.com,Depok, Minggu (19/4/2026) — Sebuah tausiyah penuh makna disampaikan oleh Abi Huda di lingkungan Pesantren Yatama Az Zikra, Perumahan Mampang Indah II, Jalan Raya Sawangan, Depok. Dalam pesannya, Abi Huda mengajak para santri, anak-anak, serta masyarakat untuk semakin menghormati dan membahagiakan orang tua sebagai kunci meraih keberkahan hidup.

Abi Huda menegaskan bahwa setiap manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, kehidupan di dunia harus dimanfaatkan untuk berbakti kepada orang tua yang menjadi “pintu surga, pintu keberkahan, dan pintu keberhasilan”.

Pesan ini ditujukan kepada para santri, anak-anak, serta masyarakat luas, khususnya mereka yang masih memiliki orang tua maupun yang telah ditinggalkan.

Disampaikan pada Minggu (19/4/2026) di Pesantren Yatama Az Zikra, kawasan Mampang Indah II, Depok.

Menurut Abi Huda, perjuangan orang tua, khususnya ibu sejak mengandung hingga melahirkan, serta ayah yang berjuang mencari nafkah tanpa lelah, sering kali tidak disadari oleh anak-anak. Pengorbanan itu bahkan terkadang diiringi dengan kesulitan hidup, seperti menahan lapar hingga berhutang demi masa depan anak.

Abi Huda mengingatkan, bagi yang masih memiliki orang tua, itu adalah kesempatan emas untuk berbakti dan menjadikannya ladang ibadah. Sementara bagi yang orang tuanya telah wafat, penyesalan tidak akan bisa mengembalikan waktu.

Ia juga menekankan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah sejalan dengan murka keduanya. Karena itu, setiap anak diminta untuk terus berusaha membahagiakan orang tua hingga akhir hayat mereka.

“Apapun kondisi dan status kita, bahagiakan orang tua. Itulah jalan menuju keberkahan hidup,” pesannya.

Doa-doa yang Dianjurkan

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Allahummaghfir li waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira
“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْبَارِّينَ
Allahummarzuqni ridhal walidain waj‘alni minal barrin
“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku keridhaan kedua orang tua dan jadikan aku termasuk anak yang berbakti.”

Pesan ini menjadi pengingat kuat bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi juga dari sejauh mana seorang anak mampu memuliakan dan membahagiakan kedua orang tuanya.

(Kontributor: Riski)