Skip to main content

Selamat Hari Pembuktian Cinta, Pesan Idul Adha dari Abi Huda di Pesantren Yatama Az Zikra Depok

Abi Huda menjelaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan umat Islam, melainkan momentum untuk membuktikan cinta kepada Allah melalui pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.

Mediateduh.com,DEPOK, Jumat (29/5/2026) — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai sebagai hari pembuktian cinta sejati kepada Allah SWT. Pesan penuh makna itu disampaikan Abi Huda dalam tausiyah bertajuk “Selamat Hari Pembuktian Cinta” di Pesantren Yatama Az Zikra, Perumahan Mampang Indah Dua, Jalan Raya Sawangan, Kota Depok.

Dalam pesannya, Abi Huda menjelaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan umat Islam, melainkan momentum untuk membuktikan cinta kepada Allah melalui pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.

“Hari Raya Idul Adha adalah hari ketika cinta yang sebenarnya diminta pembuktiannya. Bukan hanya ucapan di lisan, tetapi cinta yang dibuktikan dengan pengorbanan,” ujar Abi Huda.

Ia menjelaskan, terdapat dua syariat besar yang menjadi simbol pembuktian cinta kepada Allah SWT, yakni ibadah haji dan kurban.

Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan cinta seorang hamba yang benar-benar mengharap ridha Allah. Sejak dahulu, perjalanan haji membutuhkan biaya besar, waktu panjang, bahkan harus meninggalkan keluarga dan harta benda selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

“Semua itu tidak mungkin dilakukan dengan ringan jika bukan karena ingin membuktikan cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Selain haji, ibadah kurban juga menjadi simbol ketaatan dan pengorbanan yang sangat besar. Abi Huda mengingatkan kembali kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, anak yang telah lama dinantikan setelah puluhan tahun.

“Bagi orang yang cintanya luar biasa kepada Allah, maka pengorbanan menjadi konsekuensi yang harus diterima,” tuturnya.


Abi Huda menyebut, hikmah pertama dari ibadah kurban adalah pengorbanan.Menurutnya, berkurban bukan perkara mudah karena menuntut keikhlasan dan kerelaan melepas sesuatu yang dicintai demi menjalankan perintah Allah SWT.


“Hakikat kurban adalah ketika kita tidak lagi mendahulukan diri sendiri saat berhadapan dengan perintah Allah,” jelasnya.

Hikmah kedua, lanjutnya, adalah menyadarkan manusia bahwa seluruh harta dan apa pun yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan Allah SWT.
“Tidak ada yang benar-benar kita miliki. Semua milik Allah dan kapan saja bisa diambil kembali jika Allah berkehendak,” ucapnya.

Ia pun mengutip firman Allah SWT:
"Bertakwalah agar kamu menjadi orang-orang yang bersyukur."
Menurut Abi Huda, rasa syukur itulah yang akan membuka pintu tambahan nikmat dari Allah SWT.

"Barangsiapa bersyukur, maka akan Aku tambah nikmat kepadanya."
Sementara hikmah ketiga dari ibadah kurban adalah kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk berbagi dan memikirkan kebahagiaan orang lain.

“Idul Fitri mengajarkan berbagi melalui zakat fitrah, sedangkan Idul Adha mengajarkan berbagi lewat daging kurban. Inilah cara Allah mendidik manusia bahwa kebahagiaan tertinggi adalah saat bisa memberi kepada sesama,” katanya.

Abi Huda juga mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat rasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, karena Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Di akhir tausiyahnya, Abi Huda memanjatkan doa agar setiap amal kurban menjadi penolong di hari akhir kelak.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا وَمِنْكُمْ
“Taqabbalallahu minna wa minkum”
Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

“Kullu ‘aamin wa antum bikhairin”
Artinya: “Semoga setiap tahun kalian senantiasa dalam kebaikan.”

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

“Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim”

Artinya: “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Abi Huda berharap, setiap daging kurban yang dibagikan dapat menjadi amal kebaikan dan penolong di Yaumul Qiyamah.

“Semoga setiap daging yang kita bagikan kelak menjadi penolong bagi kita di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin,” pungkasnya.

(Kontributor: Riski)