Sorotan Tajam PETISI 26! BAZNAS Kabupaten Bogor Didesak Transparan, Evaluasi Menyeluruh Jadi Tuntutan
Gelombang ketidakpuasan publik terhadap tata kelola lembaga publik di Kabupaten Bogor kembali memuncak. Kali ini ketua PETIS 26 Riswan, sorotan tajam mengarah langsung ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Selasa 13/10/2026
Mediateduh.com,BOGOR – Gelombang ketidakpuasan publik terhadap tata kelola lembaga publik di Kabupaten Bogor kembali memuncak. Kali ini ketua PETIS 26 Riswan, sorotan tajam mengarah langsung ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Selasa 13/10/2026
Gerakan masyarakat sipil yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Bogor Bersatu melalui aliansi "Petisi 26" secara terbuka menyuarakan mosi tidak percaya dan menuntut reformasi total atas pemanfaatan anggaran serta mekanisme pengelolaan di internal lembaga pengelola zakat tersebut.
Langkah ini diambil menyusul indikasi kuat adanya pengelolaan yang tidak transparan dan dugaan pelanggaran mekanisme hukum yang berlaku. Bagi para aktivis, BAZNAS yang seharusnya berdiri kokoh sebagai pilar kemaslahatan umat, kini justru dicurigai menyimpang dari khitah aslinya akibat minimnya akuntabilitas publik.
Dana Umat Bukan Ladang Kekayaan Pejabat
Aktivis Bogor Bersatu menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan dana sakral milik umat yang dititipkan untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sangat ironis dan mencederai rasa keadilan jika dana yang dihimpun dari keringat rakyat tersebut justru diduga kuat dikelola secara sewenang-wenang demi memperkaya segelintir elite atau pejabat struktural lembaga.
Minimnya keterbukaan informasi mengenai arus masuk dan keluar anggaran di BAZNAS Kabupaten Bogor memicu kecurigaan publik yang mendalam. Ketika transparansi disumbat, maka potensi penyelewengan dan tindak pidana korupsi terbuka lebar.
Hal inilah yang mendasari lahirnya Petisi 26 sebagai bentuk perlawanan moral sekaligus kontrol sosial yang nyata dari warga Bogor.
Petisi 26 Bersiap Turun ke Jalan
Menyikapi situasi yang dinilai kian darurat, aliansi Petisi 26 menyatakan kesiapannya untuk menggelar aksi nyata di lapangan demi membersihkan BAZNAS Kabupaten Bogor dari praktik-praktik kotor.
Gerakan ini menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat dana umat dipakai tanpa pertanggungjawaban yang jelas.
Tuntutan utama yang diusung oleh gerakan masyarakat sipil ini meliputi:
* Audit Investigatif Menyeluruh: Mendesak lembaga audit independen dan aparat penegak hukum untuk mengaudit total seluruh penggunaan anggaran BAZNAS Kabupaten Bogor.
* Transparansi Mekanisme Kerja: Membuka seluruh mekanisme penyaluran dan operasional lembaga agar dapat diakses dengan mudah oleh publik secara real-time.
* Pembersihan Unsur Koruptif: Mencopot dan memproses hukum oknum pejabat BAZNAS yang terbukti memanfaatkan fasilitas atau dana umat untuk kepentingan memperkaya diri sendiri.
Situasi di BAZNAS Kabupaten Bogor saat ini menjadi ujian krusial bagi integritas pengelolaan dana keagamaan di daerah.
Jika pengawasan melempem dan tuntutan transparansi ini diabaikan, maka tidak hanya kepercayaan masyarakat yang runtuh, melainkan muruah lembaga zakat itu sendiri yang akan hancur.
Masyarakat Sipil Bogor Bersatu memastikan pengawalan kasus ini akan terus berjalan sampai keadilan bagi seluruh umat benar-benar ditegakkan.
(Kontributor: Riski)
