Wakil Wali Kota Depok Tinjau Situ Bahar, Tegas Bahas Pencemaran dan Antisipasi Banjir
Peninjauan tersebut dihadiri Camat Cilodong Zainal Arifin, Lurah Cilodong Indra, Ketua Komunitas Peduli Lingkungan (Kopling) Zarkasih Hasan beserta anggota, perwakilan LPM, juru situ, Ketua RW, serta unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kota Depok.di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Senin (11/8)
Depok,Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, meninjau Situ Bahar di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Senin (11/8). Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan pencemaran air sekaligus membahas langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.
Peninjauan tersebut dihadiri Camat Cilodong Zainal Arifin, Lurah Cilodong Indra, Ketua Komunitas Peduli Lingkungan (Kopling) Zarkasih Hasan beserta anggota, perwakilan LPM, juru situ, Ketua RW, serta unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Kota Depok.
Chandra mengungkapkan adanya indikasi pencemaran air yang diduga berasal dari dua sumber: limbah industri dan limbah domestik.
“Untuk limbah industri, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, mengingat pabrik-pabrik yang diduga mencemari berada di wilayah Kabupaten Bogor, bukan di Depok,” jelasnya.

Sementara untuk limbah domestik, Pemkot Depok bersama perangkat wilayah akan memasang jaring penahan sampah di aliran air menuju situ. Camat Cilodong juga akan menggelar musyawarah warga agar masyarakat terlibat langsung menjaga kebersihan situ.
Langkah penanganan akan melibatkan berbagai pihak sesuai konsep pentahelix, termasuk akademisi Universitas Indonesia dari Departemen Teknik Lingkungan untuk memberikan asistensi teknis.
Selain pencemaran, pembahasan juga menyoroti potensi banjir akibat penyempitan jalur pembuangan air. Chandra menegaskan pentingnya memulihkan fungsi Situ Bahar sebagai reservoir alami dan mengoptimalkannya menjadi waduk retensi untuk menahan limpasan air saat hujan.
“Musim hujan sudah dekat. Perubahan iklim membuat cuaca makin sulit diprediksi. Depok yang biasanya tidak banjir di bulan Juli–Agustus, kini bisa saja banjir. Situ harus difungsikan kembali dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak membangun di bantaran situ dan aliran sungai karena dapat memperparah risiko banjir. Chandra mengapresiasi peran aktif komunitas seperti Kopling dan mengajak seluruh masyarakat untuk melapor jika menemukan pencemaran atau aktivitas yang mengancam lingkungan.
“Laporkan saja ke lurah, camat, RW, atau ke komunitas peduli lingkungan. Semua pihak harus terlibat menjaga situ dan lingkungan kita,” pungkasnya.
(Kontributor: Indra Oktavian)
