Skip to main content

Bangunan Berusia Puluhan Tahun, SMAN 1 Taman Sidoarjo Terima Bantuan Revitalisasi

Ruangan kelas SMAN 1 Taman Sidoarjo

Mediateduh.com, Sidoarjo, 14 Oktober 2026 – Berdiri sejak 1984, SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, menghadapi tantangan kerusakan sejumlah bagian bangunan seiring bertambahnya usia sekolah. Kondisi atap ruang kelas yang berlubang bahkan sempat mengganggu kegiatan belajar karena air hujan masuk ke dalam ruangan. Pada 2025, sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi berupa perbaikan atap ruang kelas dan satu paket toilet untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi murid.

Salah satu murid kelas XII, Alina Maulidya Aryanti, menceritakan pengalamannya ketika belajar di ruang kelas yang atapnya masih mengalami kebocoran. Saat hujan turun, air masuk ke dalam kelas sehingga murid harus membersihkan ruangan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembelajaran.

“Waktu saya kelas XI tahun 2025, saya menempati kelas yang atapnya masih ada yang bolong-bolong. Jadi, kalau hujan, banyak air yang masuk ke ruang kelas. Karena banjir, pembelajaran terhenti karena kita harus membersihkan kelas terlebih dahulu,” tuturnya.

Setelah mendapatkan perbaikan, kondisi ruang kelas menjadi lebih baik dan nyaman digunakan untuk belajar. Alina mengatakan bahwa kebocoran yang sebelumnya mengganggu kegiatan pembelajaran kini tidak lagi terjadi di ruang kelas yang telah diperbaiki.

“Sekarang kelas yang saya gunakan sebelumnya sudah nggak ada atap yang bolong lagi, nggak ada yang bocor lagi. Jadi, teman-teman kelas IX yang belajar, saat ini benar-benar nyaman,” ungkap Alina.

Alina berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat dijaga dengan baik agar tetap memberikan manfaat bagi murid-murid berikutnya.

Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 20 November 1984 tersebut sebelumnya mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan. Dari bantuan revitalisasi pada 2025, sekolah mendapatkan perbaikan atap ruang kelas serta satu paket toilet yang terdiri atas empat bilik.

“Dampaknya sangat signifikan terhadap sekolah kami. Yang awalnya sekolahnya rusak, mohon maaf atapnya itu sudah melengkung, sehingga ketika mendapatkan revitalisasi, gedung menjadi bagus. Anak-anak menjadi nyaman tempat belajarnya,” ujar Dewi saat ditemui di SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur (12/10).

Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui bantuan revitalisasi satuan pendidikan. Menurut Dewi,  perbaikan sarana pendidikan menjadi dukungan penting bagi sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada murid.

“Dengan bantuan revitalisasi satuan pendidikan sangat bermanfaat untuk kami. Anak-anak juga menjadi nyaman belajar. Insya Allah kami akan siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi murid-murid kami,” katanya.

Dampak perbaikan fasilitas juga dirasakan oleh Javas Parama Wirasana, murid kelas XI. Ia menilai ruang kelas yang digunakannya saat ini terasa lebih luas, rapi, dan memiliki pencahayaan yang lebih baik dibandingkan ruang kelas sebelumnya. Kondisi tersebut membuatnya lebih nyaman mengikuti pembelajaran.

“Saat saya kelas XI dan menempati ruang kelas ini, saya dan teman-teman dalam pembelajaran lebih fokus dan mudah menerima materi karena pencahayaan di kelas yang baru ini lebih terang,” ujar Javas.

Ia berharap perbaikan sarana pendidikan dapat dilanjutkan pada ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya sehingga semakin banyak murid dan guru yang merasakan lingkungan belajar yang nyaman.
“Harapan saya ke depannya untuk kelas-kelas yang lainnya direvitalisasi juga, agar materi yang disampaikan oleh guru jadi mudah diserap dan lebih nyaman belajarnya,” tuturnya.

Ruang belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor pendukung bagi murid untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih baik. Dengan kondisi ruang kelas yang telah diperbaiki, warga SMAN 1 Taman berharap kegiatan belajar dapat berlangsung lebih optimal dan murid semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi. 

(Kontributor : Arif)