Skip to main content

Festival Olahraga Tradisional Depok Meriah, 230 Siswa SD/MI Adu Skill dan Ketangkasan

di Lapangan Stadion Mini Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (3/9/2026). Festival ini diikuti sebanyak 230 siswa dan siswi dari berbagai kecamatan di Kota Depok.

Mediateduh.com,DEPOK — Pemerintah Kota Depok bersama Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina), dengan dukungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, menggelar Festival Olahraga Tradisional tingkat SD/MI se-Kota Depok.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Stadion Mini Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (3/9/2026). Festival ini diikuti sebanyak 230 siswa dan siswi dari berbagai kecamatan di Kota Depok.

Festival dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Heriayanto, yang hadir mewakili Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri.

Beragam permainan tradisional menjadi cabang yang diperlombakan dalam festival tersebut. Di antaranya terompah, enggrang, hadangan, dagongan, dan sumpitan.

Peserta berasal dari 11 kecamatan dengan jumlah yang cukup merata. Kecamatan Tapos, Sukmajaya, Cilodong, Bojongsari, Pancoran Mas, Cimanggis, Sawangan, dan Cinere masing-masing mengirimkan 22 peserta. Sementara Beji mengirimkan 19 peserta, Limo 22 peserta, dan Cipayung 13 peserta.

Ketua Umum Portina Kota Depok, Irfan Januar, melalui Wakil Ketua Arif Qadarman, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet olahraga tradisional untuk mewakili Kota Depok di tingkat provinsi.

“Setelah pemenang ditentukan, mereka akan mewakili Kota Depok di tingkat provinsi. Perlombaan selanjutnya akan digelar di Bogor,” ujar Arif.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Pasalnya, perkembangan teknologi dan semakin populernya permainan digital membuat sebagian anak mulai kurang mengenal permainan tradisional.

“Banyak anak-anak sekarang sudah tidak mengenal permainan tradisional. Padahal dulu ada kelereng, galasin, dan berbagai permainan seru lainnya,” ungkapnya.

Arif menegaskan, Portina berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian olahraga tradisional melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar.

“Karena itu, Portina ingin mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada siswa SD dan SMP,” tuturnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini diharapkan mampu menanamkan nilai sportivitas, kekompakan, ketangkasan, serta kecintaan terhadap budaya dan permainan tradisional kepada generasi muda Kota Depok.

Dengan adanya festival tersebut, olahraga tradisional diharapkan tidak sekadar menjadi permainan masa lalu, tetapi kembali menjadi aktivitas yang diminati anak-anak sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman. 

(Kontributor: Riski)