Skip to main content

PETISI 26 Hadir di Tengah Perjuangan Keluarga, Harapkan Kepedulian Pemkab Bogor untuk Kesembuhan Sang Anak

Melihat kondisi tersebut, Bidang Sosial dan Kemanusiaan PETISI 26 (Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu), bersama Pembina PETISI 26, Dian Asmara atau yang akrab disapa Paul, beserta jajaran, melakukan kunjungan pada Senin (26/10/2026).

Mediateduh.com,Kab BOGOR – Di balik perjuangan seorang anak menjalani operasi medis berulang kali, tersimpan harapan besar dari sebuah keluarga sederhana agar dapat terus mendampingi buah hatinya menuju kesembuhan.

Keterbatasan ekonomi dan biaya perjalanan pengobatan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang tinggal di Lingkungan 2 Citatah Dalam No. 18, RT 001/RW 005, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Melihat kondisi tersebut, Bidang Sosial dan Kemanusiaan PETISI 26 (Gerakan Masyarakat Sipil Bogor Bersatu), bersama Pembina PETISI 26, Dian Asmara atau yang akrab disapa Paul, beserta jajaran, melakukan kunjungan pada Senin (26/10/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan menggali informasi secara langsung mengenai kondisi kesehatan anak bernama Christevan Mario Sanjaya sekaligus mengidentifikasi kebutuhan keluarga yang masih memerlukan dukungan.

Sejak Lahir, Harus Berjuang Menjalani Operasi

Dalam keterangannya, ibu Christevan, SERLISSYLVANA MARIBUNGA menceritakan bahwa kondisi yang dialami putranya sudah diketahui sejak lahir pada September 2018. Padahal, selama masa kehamilan, ia mengaku rutin menjalani pemeriksaan medis, tetapi kondisi tersebut tidak terdeteksi.

Menurut penuturannya, setelah dilahirkan di Rumah Sakit Annisa, kondisi Christevan membutuhkan penanganan medis segera. Pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan penanganan lebih lanjut.

Keluarga sempat diarahkan menuju salah satu rumah sakit di Jakarta. Namun, karena keterbatasan tempat perawatan intensif bayi, mereka kemudian menuju Rumah Sakit Tarakan. Di sana, Christevan mendapatkan penanganan dari dokter dan menjalani operasi pertamanya ketika berusia sekitar 14 hari.

SERLISSYLVANA menjelaskan, putranya mengalami kelainan pada posisi kandung kemih yang berada di luar rongga tubuh sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan khusus dan serangkaian tindakan medis.

Perjuangan itu tidak berhenti pada operasi pertama. Hingga kini, Christevan disebut telah menjalani sekitar enam kali operasi. Sementara itu, kebutuhan tindakan medis selanjutnya belum dapat dipastikan karena bergantung pada perkembangan kondisi kesehatannya.

Bagi seorang ibu, mendampingi anak menjalani operasi berkali-kali bukanlah perkara mudah. Selain menghadapi kekhawatiran terhadap kesehatan buah hati, orang tua juga harus menyiapkan tenaga, waktu, serta biaya untuk mendukung proses pengobatan yang panjang.

Biaya Perjalanan Menjadi Beban Keluarga

Di tengah perjuangan tersebut, keluarga Christevan masih harus memikirkan biaya transportasi dan kebutuhan selama perjalanan menuju tempat pengobatan di Bandung.

SERLISSYLVANA bekerja sebagai guru di sekolah swasta. Sementara itu, ayah Christevan, Teguh Sanjaya Putra, sebelumnya bekerja sebagai petugas keamanan. Namun, setelah mengalami kecelakaan, ia tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

Kini, Teguh berupaya kembali mencari penghasilan dengan menjadi pengemudi ojek online. Pekerjaan itu baru dijalaninya sekitar satu minggu saat keluarga menceritakan kondisi mereka kepada pembina Dian Asmara PETISI 26.

Kondisi tersebut membuat keluarga harus berjuang membagi kemampuan ekonomi antara memenuhi kebutuhan rumah tangga dan mendampingi anak menjalani pengobatan.

SERLISSYLVANA menjelaskan bahwa penanganan medis dan biaya operasi telah mendapatkan dukungan dari pihak lain. Meski demikian, kebutuhan operasional perjalanan untuk menjalani pemeriksaan dan tindakan medis masih menjadi kendala yang diharapkan dapat memperoleh perhatian.

Dengan demikian, harapan keluarga bukan semata-mata meminta penanganan medis, melainkan juga dukungan agar Christevan dapat terus menjalani proses pengobatan tanpa terkendala biaya perjalanan.

Sudah Berupaya Menyampaikan Permohonan kepada Bupati

SERLISSYLVANA juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah berupaya menyampaikan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurut keterangannya, suaminya telah dua kali berusaha menemui Bupati Bogor Rudy Susmanto, tetapi belum berhasil bertemu secara langsung.

Surat permohonan tersebut disebut telah dititipkan melalui petugas di bagian depan. Namun, keluarga belum dapat memastikan tindak lanjut maupun status penerimaan surat tersebut.

Melalui kunjungan ini, PETISI 26 berharap aspirasi keluarga Christevan dapat disampaikan kepada pemerintah daerah agar memperoleh perhatian dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Dukungan yang diharapkan terutama berkaitan dengan kemungkinan bantuan biaya transportasi dan kebutuhan operasional perjalanan selama menjalani pengobatan di luar daerah, dengan tetap mengikuti mekanisme serta persyaratan program bantuan pemerintah.

PETISI 26 Dorong Kepedulian dan Gotong Royong

Pembina PETISI 26, Dian Asmara (Paul), bersama jajaran Bidang Sosial dan Kemanusiaan menegaskan pentingnya melihat persoalan kesehatan tidak hanya dari sisi tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan keluarga untuk mendampingi pasien menjalani pengobatan.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk menghimpun informasi yang lebih akurat sebelum menyampaikan persoalan ini kepada pihak-pihak terkait.

PETISI 26 berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memberikan perhatian dan menelaah kemungkinan dukungan yang sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku. Koordinasi dengan instansi terkait juga diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh informasi mengenai akses bantuan sosial maupun fasilitas pendukung pengobatan.

Perjuangan Christevan menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan pembangunan daerah, masih ada keluarga yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian nyata. Bagi mereka, dukungan yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang dapat menjadi sangat berarti untuk melanjutkan perjalanan menuju kesembuhan.

Harapan keluarga Christevan sederhana: agar putra mereka dapat terus menjalani pengobatan dan memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Sebab, kepedulian bukan hanya tentang memberikan bantuan dalam jumlah besar, melainkan juga tentang hadir, mendengarkan, dan membantu menemukan jalan keluar ketika sebuah keluarga sedang menghadapi ujian berat.

Melalui semangat kemanusiaan dan gotong royong, PETISI 26 berharap semakin banyak pihak tergerak untuk memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kebutuhan, sehingga perjuangan Christevan bersama keluarganya tidak harus mereka hadapi sendirian.

(Kontributor: Riski)